Download presentation
Presentation is loading. Please wait.
Published bySALMA SALMA Modified over 7 years ago
1
BENDUNGAN Kelompok 3 SALMA DWI NURCAHYO DIAN ANDIKA PRATAMA ENGGAR RAHMADI GUSTI RAMANDA SAPUTRA TOPIK HIDAYAT CIVIL ENGINEERING
2
BENDUNGAN....??? Bendungan atau dam adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi waduk, danau, atau tempat rekreasi. Seringkali bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air. Kebanyakan dam juga memiliki bagian yang disebut pintu air untuk membuang air yang tidak diinginkan secara bertahap atau berkelanjutan.
3
MANFAAT BENDUNGAN 1.Mengalirkan air ke sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sehingga dapat menghasilkan listrik. 2.Sebagai penyedia air bersih. 3.Untuk irigasi yang diperlukan untuk mengairi sawah dan ladang. 4.Sebagai tempat rekreasi. 5.Tempat hidup habitat untuk ikan dan hewan lainnya. 6.Sebagai pengendali banjir dan sebagainya.
4
PERBEDAAN BENDUNG & BENDUNGAN BENDUNG 1. Berkepala rendah (lowhead dam). 2. Untuk menaikkan muka air. 3. Biasanya terdapat di sungai. 4. Untuk irigasi; sebagai penggerak pengilingan tradisional di negara-negara Eropa. BENDUNGAN 1. Berkepala tinggi (highhead dam). 2. Menahan laju air menjadi waduk, danau, atau tempat rekreasi. 3. Biasanya terdapat di waduk dan danau. 4. Untuk mengalirkan air ke sebuah PLTA.
5
BENDUNG Bendung Irigasi Alue Ubay, Kec. Paya Bakong-Aceh Utara
6
KAMBANIRU (Sumba Timur NTT) SELUMA (Kab. Bengkulu Selatan)
7
DAM AIR LAIS (Bengkulu Utara) PLTA MUSI (di Kephayang, Bengkulu)
8
BENDUNGAN Bendungan Batujai di Nusa Tenggara Barat Bendungan Wonorejo di Jawa Timur
9
Bendungan Karangkates (Ir. Soetami) di Jawa Timur Bendungan Gajah mungkur (Wonogiri) di Jawa Tengah
10
Bendungan Batutegi di Lampung Bendungan Sigura – gura di Sumatera Utara
11
Bendungan Tilong di Nusa Tenggara Timur Bendungan Riam Kanan di Kalimantan Selatan
12
Bendungan Jatiluhur (Ir. H. Juanda) di Jawa Barat Bendungan Bili-Bili di Sulawesi Selatan
13
BENDUNGAN BILI – BILI
14
BENDUNGAN BILI – BILI Merupakan bendungan terbesar di Sulawesi Selatan yang terletak di Kabupaten Gowa, sekitar 30 kilometer ke arah Timur Kota Makasar. Diresmikan pada tahun 1999. Bendungan dengan waduk 40.428 ha ini dibangun dengan dana pinjamanan luar negeri sebesar Rp. 780 miliar kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency ( JICA). Bendungan Bili-bili menjadi sumber air baku bagi Perusahaan daerah Aliran Minum ( PDAM) Gowa dan Makassar. Bermanfaat sebagai pengendali banjir Sungai Jeneberang dari debit 2.200 M3/detik menjadi 1.200 M3/ detik. Berfungsi sebagai PLTA dengan kapasitas total sebesar 10 MW dan terdiri dari 2 buah turbin dengan kapasitas masing-masingnya 6,0 MW dan 14,1 MW. Putaran masing-masing turbin adalah 500 dan 375 rpm.
15
BAGIAN – BAGIAN BENDUNGAN BILI – BILI
16
BADAN BENDUNGAN (BODY OF DAM) Adalah tubuh bendungan yang berfungsi sebagai penghalang air. Bendungan umumnya memiliki tujuan untuk menahan air, sedangkan struktur lain seperti pintu air atau tanggul digunakan untuk mengelola atau mencegah aliran air ke dalam daerah tanah yang spesifik. Kekuatan air memberikan listrik yang disimpan dalam pompa air dan ini dimanfaatkan untuk menyediakan listrik bagi jutaan konsumen.
17
PONDASI (FOUNDATION) Adalah bagian dari bendungan yang berfungsi untuk menjaga kokohnya bendungan.
18
PINTU AIR (GATES) Pintu air merupakan struktur dari bendungan yang berfungsi untuk mengatur, membuka, dan menutup aliran air di saluran baik yang terbuka maupun tertutup. Bagian yang penting dari pintu air adalah Daun pintu (gate leaf), Rangka pengatur arah gerakan (guide frame),Angker (anchorage), dan Hoist.
19
BANGUNAN PELIMPAH (SPILLWAY) Bangunan pelimpah (spillway) digunakan untuk mengendalikan tinggi air saat terjadinya banjir, dimana pengendalian spillway ini yakni dengan mengatur kedudukan pintunya agar kedudukan air pada waduk dalam keadaan stabil. Selain itu Spillway juga berfungsi mengurangi banyak sedimen yang masuk ke dalam waduk dengan cara yang sama yakni mengatur buka dan tutupnya pintu air spillway. Spillway pada bendungan Bili-Bili ini berjumlah 2 buah.
20
BANGUNAN PEREDAM ENERGI (ENERGY DISSIPATOR) Bangunan peredam energi digunakan untuk menghilangkan atau setidak- tidaknya mengurangi energi air agar tidak merusak tebing, jembatan, jalan, bangunan dan instalasi lain di sebelah hilir bangunan pelimpah. 1.Kanal digunakan untuk menampung limpahan air ketika curah hujan tinggi. 2.Reservoir digunakan untuk menampung/menerima limpahan air dari bendungan. 3.Stilling basin memiliki fungsi yang sama dengan energy dissipator. 4.Katup fungsinya sama dengan pintu air biasa, hanya dapat menahan tekanan yang lebih tinggi (pipa air, pipa pesat dan terowongan tekan). Katup merupakan alat untuk membuka, mengatur dan menutup aliran air dengan cara memutar, menggerakkan kea rah melintang atau memenjang di dalam saluran airnya. 5.Drainage gallery digunakan sebagai alat pembangkit listrik pada bendungan.
21
GAMBAR BANGUNAN PEREDAM ENERGI (ENERGY DISSIPATOR)
22
TRASHBOOM 1.Konstruksi yang berfungsi untuk pengambilan sampah di waduk Bili-Bili dengan cara disaring dengan mengunakan trashboom dan tresrek (jaring-jaring pada besi). 2.Sampah-sampah yang masuk ke dalam waduk walaupun sudah ditangani oleh cek dam namun masih terlihat kerena melalui hujan angin dan lain sebagainya, maka melalui trasbom ini dapat disaring dan dibersihkan kembali sampah- sampah yang ada di dalam waduk 3.Trashboom juga digunakan untuk menahan sedimen melayang agar tidak bisa masuk ke Intake maupun ke Pintu air spillway.
23
AUTOMATIC WATER LEVEL RECORDER (AWLR) AWLR adalah alat untuk mengukur tinggi muka air pada sungai, danau, ataupun aliran irigrasi. AWLR merupakan alat pengganti sistem pengukuran tinggi air konvensional dimana perekaman data masih dilakukan secara manual sehingga sistem pengukuran dan penyimpanan data tidak tepat dan akurat. Banyak digunakan pada pengukuran parameter dalam kegiatan hidrologi pada daerah aliran sungai, pembuatan sumur pantau, pertambangan dan lain-lain. Dengan AWLR kita dapat melakukan berbagai aplikasi di bidang hidrologi seperti dapat mengetahui kondisi suatu daerah aliran sungai (DAS). Alat ini juga dapat berfungsi sebagai sistem peringatan dini terhadap banjir pada suatu DAS.
24
SURFACE POINT Adalah bangunan air yang berfungsi untuk mengetahui pergeseran kedudukan air. Surface Point berbentuk semacam patok sebagai titik acuan. Kedudukan surface point tidak boleh berubah sebab titik survey tiap tahunnya dibuat sama agar dapat membandingkan dan memperkirakan kedudukan air yang diperlukan.
25
TEKNOLOGI BENDUNGAN BILI – BILI Adapun yang merupakan teknologi bendungan yang ada di Bili – Bili: 1.Rainfall and Water level digunakan untuk menampilkan informasi mengenai data curah hujan sepanjang hulu. Daerah – daerah yang berada di sekitar hulu antara lain Malino, Limbunga, Mangempang, Kampili, dan Mancini Sombala. 2.Remote control console digunakan untuk mengontrol pembukaan pintu saat air melewati elevasi 99,41 m. 3.Warning Display Panel digunakan untuk mengukur ketebalan sedimen pada bendungan. 4.Warning Supervisiory and Control Equipment adalah peralatan pengendalian dan pengawasan tanda bahaya. 5.Telemetri Mimic adalah alat yang berfungsi untuk menghitung curah hujan sepanjang hulu. 6.Water level daily report adalah laporan dari keadaan air setiap hari.
26
KESIMPULAN Dari hasil deskripsi dan data yang kami cari, dapat disimpulkan bahwa : 1.Bendung dan bendungan itu merupakan bangunan irigasi yang berbeda. 2.Bendungan mempunyai manfaat tidak hanya untuk irigasi tetapi juga sebagai tenaga pembangkit listrik dan sebagai objek wisata. 3.Data konstruksi bandungan bili – bili terdiri dari bangunan pengelak aliran sungai yang terdiri atas badan bendungan, pondasi, pintu air, bangunan pelimpah, bangunan peredam energi, trashboom, AWLR, surface point, dan bangunan fasilitas seperti kantor pengoperasian bendungan. 4.Teknologi yang digunakan pada bendungan ini cukup modern seperti Rainfall and Water level, Remote control console, Warning Display Panel, Warning Supervisiory and Control Equipment, Telemetri Mimic, Water level daily report.
27
SARAN Dalam perencanaan suatu bangunan air seperti bendungan, perlu memperhatikan pemilihan lokasi yang tepat berdasarkan faktor – faktor, seperti keadaan topografi, keadaan hidrologi, kondisi topografi, kondisi hidraulik dan morfologi, kondisi tanah serta biaya perencanaan. Selain itu, pemilihan tipe bendungan yang tepat dan perlu memperhatikan stabilitas bendungan tersebut.
28
SEKIAN & TERIMA KASIH
Similar presentations
© 2025 SlidePlayer.com. Inc.
All rights reserved.